backpacker ke bangkok dan pattaya

BackpackerBangkok-Pattaya: Dari Suvarnabhumi ke Pattaya. written by susie ncuss di Sabtu, April 29, 2017 Posting Komentar Pagi-pagi sekali kami sudah bangun dan kami segera masuk ke prayer room aka musholla di Bandara suvarnabhumi yang terletak di lantai 2, dekat lift. Air wudhu yang cukup dingin membuat wajah saya terlihat sedikit lebih
Setiaphari ada 5 keberangkatan bus dari Suvarnabhumi ke Pattaya, dengan pilihan berhenti di Pattaya atau Jomtien. Kalau admin mo-trans yang memang backpacker mania, bus adalah pilihan terbaik untuk pergi ke Pattaya. Naik Van dari Bangkok ke Pattaya. Khao San Mama Travel-Walking Street Pattaya : , 12.00-14.30, 15.00-17.30. Tiket
Ditulis oleh ImmaSiapa yang ingin berlibur ke negeri Gajah Putih Thailand? Kamu yang sedang membaca artikel ini pasti salah satu diantaranya, bukan? Ya! Selain Singapura dan Malaysia, Thailand merupakan negara di ASEAN yang juga menjadi destinasi wisata incaran para wisatawan asal Indonesia. Ada apa sih di Thailand? Jawabannya semuanya ada, mulai dari wisata pantai, wisata kuil, wisata belanja, dan yang tidak kalah tersohor adalah wisata kulinernya. Bahkan, berkunjung ke Thailand tidak akan cukup hanya sekali saja karena wilayah yang layak disinggahi pun cukup banyak seperti Bangkok, Phuket, Pattaya, Phi-Phi Island, Krabi dan masih banyak lagi. Alasan lain kenapa kamu harus datang ke sini adalah karena biaya liburan yang cukup terjangkau. Bisa dibilang budget liburan ke Thailand hampir sama dengan budget liburan ke Malaysia, namun lebih hemat jika dibandingkan dengan biaya liburan ke Singapura. Lantas, berapakah budget yang dibutuhkan untuk menghabiskan waktu liburan di Thailand ala backpacker? Berikut ulasan lengkapnya ala Keluyuran. 1. Tiket Pesawat Kebanyakan first timer mendarat di Bangkok, baru kemudian mengeksplor daerah-daerah lain seperti pattaya, phuket, dan lain-lain. Di Bangkok sendiri ada dua bandara yang melayani penerbangan internasional yaitu Bandara Suvarnabhumi dan Don Mueang. Bedanya apa? Bandara Suvarnabhumi dikhususkan untuk keberangkatan dan kedatangan maskapai full service, sedangkan bandara Don Mueang diperuntukkan khusus untuk para maskapai low budget. Nah, sampai sini sudah diputuskan akan mendarat di bandara mana? Harga tiket pesawat normal tujuan Bangkok berkisar antara 2 hingga 3 jutaan untuk maskapai LCC Low Cost Carrier dan sekitar 3 hingga 5 jutaan untuk airline full service. Jika kamu rajin berburu tiket promo dan kebetulan beruntung, kamu bisa mendapatkan harga murah di kisaran 1,5 jutaan atau bahkan lebih murah dari itu. Kebanyakan harga promo super murah memang dijual oleh maskapai LCC seperti Air Asia, Thai Lion, ataupun Scoot. Harga tersebut dengan asumsi tanpa bagasi dan hanya kabin sebesar 7kg. Jadi sebagai gambaran siapkan dana sekitar 1,5 hingga 2 juta rupiah untuk tiket pesawat. 2. Penginapan Jangan terkejut karena harga penginapan di Bangkok dan daerah Thailand lainnya ramah sekali di kantong. Untuk hostel backpacker dengan kriteria dormitory dan kamar mandi bersama tanpa sarapan, ratenya mulai dari Rp 100 ribuan saja. Meskipun murah namun jangan dulu underestimate karena di hostel-hostel di Bangkok cukup nyaman dan bersih. Jika ingin yang lebih nyaman dan lebih privacy, kamu bisa menginap di hotel dengan kisaran harga Rp 350 ribuan per malam. Dan jika ingin lebih hemat lagi, kamu bisa mengajak teman untuk sharing cost dan menginap di hotel bersama. Cukup ekonomis, bukan? Jadi, sebagai acuan sebaiknya kamu rata-ratakan biaya menginap sebesar Rp 200 ribu untuk satu malam. 3. Makan Bersyukur karena harga makanan di Thailand termasuk murah-murah dan tidak berkali-kali lipat harganya seperti halnya di Singapura. Kisaran sekali makan di Thailand adalah 50 - 200 baht tergantung dimana kamu membeli makanan tersebut. Untuk jajanan atau makanan di kedai kaki lima, kamu cukup merogoh kocek 50 - 100 baht saja atau sekitar 15 sampai 40 ribu rupiah. Sedangkan untuk makan di restoran atau makanan cepat saji di mall-mall besar, siapkan budget sekitar 150 hingga 200 baht atau masih kurang dari Rp 100 ribuan. Tentunya jumlah tersebut tergantung pada berapa banyak menu dan porsi yang kamu pesan. Semakin banyak, pasti akan semakin mahal bukan? Sebagai perkiraan, untuk sekali makan dengan paket menu yang terdiri makanan berat, minum dan dessert atau jajanan, siapkan alokasi dana sebesar 100 ribu rupiah. Dengan harga tersebut sudah cukup mewah untuk backpacker di Thailand. Jika ingin lebih hemat dana sebetulnya bisa, yang sulit adalah menahan hasrat untuk tidak jajan. Maka, kita pukul rata saja untuk biaya makan satu hari adalah sebesar Rp 200 ribu. Di Thailand jajanan dan makanannya murah-murah dan enak-enak. Tampilannya pun menggugah selera mulai dari buah-buahan yang segar dan besar, street food seperti ayam goreng, seafood tusuk, dessert mango sticky rice, hingga ke makanan seperti tom yum, seakan tidak ada habisnya bicara tentang kuliner Thailand. Jadi sayang sekali jika sudah jauh-jauh kesini tapi tidak mencicipi semua kuliner lezatnya. 4. Transportasi Ada banyak jenis transportasi di Thailand yang siap mengantar wisatawan menjelajah negara ini. Namun yang paling populer dan ekonomis adalah bus, perahu, dan juga BTS.
11 Informasi Paket Liburan / Tour Thailand. 1.2 Keistimewaan Wisata ke Thailand. 1.3 Paket Tour Thailand 2020 4D3N Bangkok Pattaya. 1.4 Paket tour thailand 2020SUPER SAVER BANGKOK + PATTAYA TOUR. 1.5 Paket Tour Thailand 2020COOL DEAL 4D/3N BANGKOK + PATTAYA. 1.6 Paket SPECIAL NEW SIC TOUR BANGKOK + HUAHIN 4D3N.
Kereta BTS di Bangkok melaju di area Victory Monument Tahun 2019 lalu, Bangkok didapuk sebagai world’s most visited cities versi Mastercard Global Destination Cities Index 2019. Sebanyak lebih dari 22 juta wisatawan berbondong-bondong mendatangi the city of angel ini. Emang wisata Bangkok dan wisata Thailand segitu menariknya? Bangkok, dan Thailand secara umum, menawarkan paket wisata lengkap, kemudahan akses, dan masyarakat dengan toleransi tinggi. Mau tenggelam dalam kekayaan kulinernya, tersesat di lorong-lorong pasarnya, mengagumi kuil-kuil megahnya, atau melihat lautan biru toska sejauh mata memandang, semua ada di Thailand. Tapi bukan berarti Thailand sempurna. Kendala bahasa biasanya menjadi momok bagi traveler atau backpacker Indonesia dalam memahami sang Negeri Gajah Putih ini. Karena itulah gue membuat tulisan ini, supaya kamu yang berencana jalan-jalan ke Thailand, atau baru sekadar berangan-angan, tercerahkan dan mendapat tambahan wawasan. Informasi Dasar Thailand Walaupun sama-sama negara di Asia Tenggara, ada 2 perbedaan besar antara Indonesia dan Thailand bahasa dan huruf dan agama. Thailand punya bahasa dan huruf/aksara tersendiri. The temple complex from 1st layer of Wat Traimit Di kota-kota besar dan tempat-tempat wisata utama, petunjuk biasanya hadir dalam bahasa Thai dan Inggris. Jadi kecuali kamu mau ke pelosok Thailand, kamu nggak usah pusing masalah ini. Orang-orang di sekitar tempat wisata dan orang-orang kantoran biasanya bisa bahasa Inggris dasar, meski dengan logat yang aneh. Jadi kamu nggak usah minder kalo grammar kamu ancur-ancuran. Bisa jadi mereka lebih ancur lagi. Solusi alternatifnya? Bahasa isyarat, kalkulator, Google Maps, dan translator. Karena mayoritas orang Thai beragama Buddha, jadi jangan kaget kalo agak tricky buat mencari makanan halal di Bangkok dan daerah utara. Tapiiii kalau kamu di Phuket dan daerah selatan lainnya Hatyai/Songkhla, Krabi, dsb yang presentase warga muslimnya lebih tinggi, makanan halal lebih gampang ditemui. Jangan buru-buru ge-er kalo liat mbak-mbak jilbaban di sana. Mereka kemungkinan akamsi, sayang. Akses ke Thailand dari Indonesia Ada 3 pintu masuk yang biasanya dipakai wisatawan Indonesia ke Thailand Bandara Suvarnabhumi Bangkok, Don Mueang juga Bangkok, dan Phuket. Penerbangan ke tiga bandara itulah yang jadwalnya banyak dan harganya sesuai budget. Baca ceritanya di Menyapa Phuket International Airport Arrival Hall – Don Mueang Airport Suvarnabhumi International Airport BKK digunakan maskapai-maskapai full service dan sebagian low-cost carrier seperti Jetstar dan Scoot. Sementara penerbangan dengan LCC kayak AirAsia, Thai Lion Air, Malindo Air, monmaap biasanya di Don Mueang International Airport DMK yang kecil dan bersahaja. Meski sama-sama di Bangkok, Suvarnabhumi dan Don Mueang itu JAUH BANGEEETTT. Jadi saat kamu mau balik dari Bangkok ke Indonesia, pastikan lagi bandara kamu. Terus bagusnya pilih mendarat di Bangkok atau Phuket? Nah, itu balik lagi ke alasan kamu traveling ke Thailand dan rencana perjalanan kamu. Pilih Bangkok buat wisata kota atau Phuket buat wisata pantai. Emangnya Bangkok ke Phuket jauh nggak sih? Itinerary Wisata di Thailand Thailand itu luas, Malih. Mencapai km² atau kira-kira 4 kali Pulau Jawa! Jarak dari Bangkok ke Phuket itu lebih dari 840 km, lebih panjang sekitar 60 km dari Jakarta – Surabaya. Sementara jarak dari Bangkok ke Chiang Mai sedikit lebih deket, 690 km. Kalau kamu cuma punya waktu 3 hari, gue sarankan fokus di Bangkok aja atau Phuket aja. Kalau mau Bangkok sama Pattaya, idealnya 5 hari. Bisa sih kamu babat Bangkok – Phuket atau Bangkok – Chiang Mai dalam 5 hari, asal transportasi antarkotanya naik pesawat, bukan bus atau kereta. Perjalanan darat mengarungi Bangkok dan Phuket idealnya 7 hari. Kurang dari itu, siap-siap tepar setelah traveling. Book your transportation ticket here. Klik di sini buat baca seluruh perjalanan gue di Bangkok, di sini buat cerita perjalanan di Pattaya, dan di sini buat cerita perjalanan di Phuket. Bangkok memang besar dan objek wisatanya tersebar, tapi untungnya bisa kita kelompokkan dalam beberapa kawasan Banglamphu Grand Palace Wat Phra Kaew, Wat Pho, Wat Arun, Khaosan Road, dan seabrek kuil/candiSiam Pusat lifestyle and shopping, seperti MBK Center, Siam Paragon, Pratunam Market, Platinum Fashion Mall, dan Jim Thompson’s House, bisa diakses dengan BTS dan Airport Rail LinkSilom Lumphini Park dan Patpong Night MarketChinatown Ada di antara Banglamphu dan Siam di Yaowarat Road, dekat Stasiun Hua Lamphong, di sini juga ada Wat TraimitLainnya Terminal21 dekat Stasiun Asok/Sukhumvit, ICONSIAM dekat Stasiun Saphan Thaksin, Chatuchak Weekend Market dekat Stasiun Mochit/Kamphaeng Phet. Baca juga Mengayuh Sepeda di Ibukota Lama, Ayutthaya Wat Arun seen from the boat Sementara beberapa objek wisata di Pattaya adalah Nong Nooch Tropical Garden, Silverlake Vineyard, Khao Chi Chan laser Buddha, Pattaya Floating Market, Big Buddha Temple, Sanctuary of Truth, Tiffany Show kabaret ladyboy, Jomtien Beach, Pattaya Beach, dan Pattaya Walking Street. Di Phuket, yang recommended adalah pantai-pantai Patong, Karon, Kata, Kamala, dll, Kho Phi Phi, Maya Bay, Khao Rang view point, Phuket FantaSea, Simon Cabaret, Bangla Walking Street, Big Buddha Temple, kota tua Phuket, dan Wat Chalong. Transportasi Dalam Kota Thailand Sampai tulisan ini ditulis, satu-satunya kota di Thailand yang punya mass rapid transit system atau metro/subway ya cuma Bangkok, sang ibukota. Moda transportasi yang populer di kota-kota lainnya adalah tuktuk dan songthaew. Bedanya, tuktuk tujuannya bebas, songthaew itu kayak angkot jadi ada rutenya. Selain perahu ke Wat Arun, gue pernah naik perahu umum dari Rakhamhaeng ke Hua Chang via Pratunam. Seru! Perahu dari Pratunam menuju Hua Chang Di Bangkok, transportasinya mencakup BTS Skytrain, MRT dengan jalur melayang, MRT jalurnya ada yang bawah tanah, ada yang melayang, kereta bandara Airport Rail Link, bus kota, dan perahu. Naik bus memang murah banget, tapi kondektur biasanya nggak bisa bahasa Inggris. Tulisan selengkapnya bisa dibaca di Memahami Transportasi Publik di Bangkok. Beberapa kota kayak Phuket dan Chiang Mai ada bus kota, tapi jalurnya nggak banyak. Sebagian rute tuktuk udah ada tarif resmi yang nggak bisa ditawar. Gue nggak menyarankan GRAB dan ojek karena harga yang nggak jauh beda dan driver yang sering nggak bisa bahasa Inggris. Baca aja ulasannya di Memahami Transportasi Publik di Phuket Transportasi Antar Kota di Thailand Ada satu pengalaman transportasi di Thailand yang sekarang belum bisa kita rasain di Indonesia naik sleeper train dengan harga affordable. Iya, di Indonesia juga udah ada sleeper train, tapi luxury dan mahal, padahal kita nggak butuh mewahnya. Sebuah kereta di Stasiun Hua Lamphong, Bangkok Klik banner ini untuk memesan tiket transportasi via Bookaway Sleeper train di Thailand tersedia di kereta 1st class dan 2nd class. Tapi kalo mau coba new high quality sleeper train Thailand, kamu bisa memilih 4 relasi ini Bangkok – Chiang Mai, Bangkok – Nongkhai, Bangkok – Hat Yai, dan Bangkok – Ubon Ratchathani. Saat siang, kasur masih berwujud kursi-kursi panjang. Menjelang waktu tidur, barulah ada petugas yang menyulap bangku-bangku itu menjadi kasur datar yang nyaman. Selain kereta api, juga ada bus dan van. Beberapa tujuan lebih oke dicapai dengan bus atau van, misalnya Pattaya. Terus beli di mana tiketnya? State Railway of Thailand memang punya laman pemesanan online di thairailwayticket, tapi menurut gue akan membingungkan buat first-timers. Jadi, gue sarankan beli di Bookaway. Transportasi yang lain kayak bus, van, dan kapal ferry juga tersedia di situ. Perjalanan Antar Negara dari Thailand Sebagai jantung ASEAN yang terletak di antara Malaysia, Kamboja, Laos, dan Myanmar, Thailand bisa jadi starting point kamu ke negara-negara Indocina. Detilnya sebagai berikut Bangkok – Siem Reap / Phnom Penh Kamboja by bus, belum ada kereta api langsung, dari Kamboja ke Vietnam juga naik busBangkok – Vientiane Laos naik kereta api sampai Nongkhai kota Thailand di perbatasan Laos, lanjut naik kereta api pendek ke Thanaleng, lalu naik ojek/taksi/tuktuk ke Vientiane. Kalo mau keukeuh ke Kamboja naik kereta api biar hipster, bisa coba cara gue tahun 2015 lalu. Naik kereta api dari Bangkok ke Aranyaprathet kota Thailand di perbatasan Kamboja, lalu naik tuktuk sampai border di Poipet, terus naik bus atau taksi ke Siem Reap. Ceritanya bisa dibaca di Perjalanan Menembus Negeri dengan Kereta Api Sekarang udah nggak ada kereta api langsung dari Malaysia ke Thailand, cuma sampai Padang Besar aja. Baca cerita dari temen sesama blogger, WNI yang masuk Thailand via darat dari Malaysia dipersulit proses imigrasinya. Jadi, better cari aman dengan naik pesawat terbang. Seluruh rute di atas bisa kamu beli secara online di Bookaway, ya. Penginapan dan Makan di Thailand Biaya hidup di Thailand mirip-mirip dengan biaya hidup di Pulau Jawa, bahkan kadang bisa lebih murah. Jadi, jangan kaget kalo rate kamar hotel di sana juga murah-murah. Kalo nggak masalah tidur berjamaah sama orang asing, tarif per malam per bed di hostel bahkan nggak sampe Rp 100rb. Hostelnya udah manusiawi dengan kasur yang empuk dan kamar/bangunan yang cukup rapi dan bersih. Spacious room of Kata on Sea by BGB Villas Gue biasanya pesen di karena pilihannya banyak, tampilan website-nya enak dilihat, dan bisa bayar cash pas check-in. Silakan baca-baca artikel ini 5 Hotel dan Hostel Recommended di Bangkok Dekat BTS/MRT Review Hotel di Phuket Buat makan juga sama aja kayak di Indonesia. Standar sekali makan di kisaran THB 50-70 atau – bahkan bisa lebih murah. Mumpung di Thailand, manfaatkan baik-baik kesempatan bisa icip mango sticky rice, pad thai, tom yum, dan thai tea. Mata Uang dan Biaya Mata uang Thailand adalah Baht, disingkat THB Thailand Baht. Biasanya 1 Baht setara Rp400, ini fluktuatif yaaa jadi silakan rajin-rajin cek. Karena gue belum merasa aman kalo masuk negara orang tanpa cash sama sekali, maka gue selalu tukar Rupiah ke Baht dulu di Golden Money Changer. Ketemu Indomie di supermarket Di bandara ada money changer dan beberapa ATM, akan dikenakan biaya administrasi untuk setiap penarikan dengan besaran yang berbeda-beda tergantung kebijakan bank. Biasanya Estimasikan buat kamu yang jalan-jalannya tipe low cost atau moderate, udah include penginapan, makan, transportasi, dan objek wisata. Tiket masuk objek wisata yang mahal seperti Grand Palace THB 500 atau sekitar dan oleh-oleh/belanjaan lebih baik dialokasikan sendiri di luar budget harian. Kalau udah dapet budget kamu di sana, kalikan dua, itulah uang yang harus kamu siapin. Jadi kalo 3 hari budget-nya kamu siapin terserah mau diendapkan di ATM atau dijadiin cash semua buat jaga-jaga. Katakan overbudget kalo ternyata uang yang harus kamu keluarkan di atas Rp 3juta. Dengan iklim dan suasana yang mirip-mirip dengan Indonesia, Thailand adalah negara yang cocok buat first-time traveler/backpacker. Aksesnya mudah dan murah, warganya ramah, wisatanya berlimpah, dan infrastrukturnya bolehlah. Menurut gue, waktu terbaik ke Thailand adalah saat musim adem cool season pada bulan November – Februari. Setelah songkran pada bulan April biasanya panas dan banyak hujan sampe Oktober. Finally, took a selfie for myself, I don’t know where my friends were Tulisan ini memang hanya membahas garis besar perjalanan ke Thailand. Untuk bahasan yang lebih detil, seperti objek wisata tertentu, silakan ubek-ubek blog ini atau googling buat mencari sumber lainnya. At least, melalui tulisan ini kamu udah lebih terbayang buat merencanakan perjalanan kamu. Well then, I hope you found this post useful. Keep learning by traveling~ Tag Bangkok, beli bus thailand online, beli tiket bus thailand, beli tiket kereta thailand, bookaway, dari bangkok ke pattaya, dari bangkok ke phuket, dari malaysia ke thailland, dari Thailand ke Kamboja, dari thailand ke laos, dari thailand ke vietnam, kereta api thailand, Pattaya, Phuket, Thailand, tiket kereta thailand online
Bilaanda memutuskan untuk tour ke Bangkok dengan memilih backpacker yang direkomendasikan transportasi dari Don Mueang adalah menggunakan bus A1 (naik di depan arrival hall, 30 Baht) hingga Mo Chit BTS (tempat yangg sama dengan Chatuchak Park MRT Station), lalu sambung BTS menuju pusat kota.
Kamu mau backpacker ke Bangkok dan Pattaya cuman bingung masalah budget? Bingung masalah itinerary, transportasi, tips, dan hal-hal lainnya? Nggak usah bingung, kalau kamu emang beneran niat mau pergi backpacker dengan budget yang minim, tentu aja bisa!Khusus buat kamu para backpacker, traveler, dan siapapun yang baca bog ini. Disini aku bakalan cerita tentang pengalaman backpacker ke Thailand, khususnya ke Bangkok dan Pattaya selengkap Juga Backpacker ke Bangkok – Pattaya – Koh Larn Hari ke 1Harus Mulai dari Mana ya?Sumber Gambar harus mulai dari mana ya? Pasti banyak orang bingung mau mulai dari mana buat bisa travelling ke luar negeri tanpa jasa travel. Jadi, apa aja sih yang musti kamu siapin sebelumnya?Mon maap nih, bukannya menggurui, ini tips dari aku pribadi sesuai pengalaman, hal-hal yang musti-wajib-harus kamu siapin dari jauh-jauhari adalaaaaah1. Tiket pesawat PP cari yang promo2. Hostel/hotel/penginapan dan sejenisnya3. Transportasi di tempat tujuan pake apa?4. Itenerary kasaran aja5. Barang-barang yang krusial harus dibawa siapin koper, carrier,dllSesimpel itu…..Lanjut aja detailnya aku jelasin disini1. Tiket Pesawat ke BangkokSumber koleksi pribadiUntuk tiket pesawat, kamu bisa cari tiketnya dimana aja, sekarang kan udah banyak juga aplikasi-aplikasi travel yang nyediain tiket pesawat. Tentunya, cari yang promo! Jangan maksain beli tiket yang mahal-mahal atau pas harganya normal!Penerbangan paling murah ke Bangkok itu, setauku pake maskapai Thai Lion Air, sekali jalan harganya Rp sampai Rp nggak sampai sejuta. Kalau pake AirAsia, harganya sekitar Rp an kali ya. Kalau pake Garuda, tentunya lebih mahal lagi. Kamu bisa searching buat info udah tau rata-rata harga tiketnya segitu, buat selanjutnya, target kamu adalaaaah cari tiket promo yang harganya lebih rendah! Kamu bisa cari di beberapa aplikasi travel, promo credit card, debit card, dan aku mau pake promo traveloka PayLater, kemaren aku dapet promo 50% untuk semua rute pesawat dan hotel. Tapi, aku dapet informasi harga tiket AirAsia yang lebih murah di beberapa jasa penjual tiket promo di beli tiket di Instagram chat via Line – transfer – dan hari itu juga aku udah dapet Booking Code nya dengan harga Rp buat PP ke Bangkok Don Mueang International Airport. Lumayan murah kan?Airport di BangkokJadi Bangkok itu punya dua bandar udara/airport Bandar Udara Internasional Suvarnabhumi Suvarnabhumi International Airport dan Bandar Udara Internasional Don Mueang Don Mueang International Airport. Bedanya apa? Setauku, perbedaanya1. Jarak dan tempat yang berbedaJarak kedua bandara ini nggak deketan, alias jauh! Tapi, buat nyampe ke pusat kota Bangkok, jarak dari kedua bandara ini nggak begitu berbeda Transportasi ke pusat kota BangkokSuvarnabhumi International Airport terintergrasi sama ARL Airport Rail Link sejenis MRT cuman khusus di airport, yang mana buat nyampe ke pusat kota Bangkok, kamu bisa pake ARL ini dengan waktu sekitar 30 kalau di Don Mueang International Airport gimana? Memang nggak terintegrasi sama ARL, tapi kamu bisa naik bus kok disana. Hmm, gampangnya sekelas bus damri deh kalo di CGK Soekarno Hatta International Airport.Ribet dong pake bus? Sama sekali enggak! Aman banget dan busnya nyaman. Durasinya tentu bergantung sama kemacetan, ya sekitar 30-90 menit Rute penerbanganSetauku juga, Suvarnabhumi ngehandle semua rute penerbangan internasional. Sedangkan, Dong Mueang ngehandle internasional dan juga domestik. Maskapai yang mahal-mahal dari Indonesia juga landingnya di Suvarnabhumi, dimana yang kelas menengah kayak Lion, AirAsia itu landing di Don mungkin kalau di Yogyakarta itu mirip Stasiun Tugu sama Stasiun Lempuyangan mungkin ya. Penginapan/Hotel/Hostel di Bangkok dan PattayaKarena aku berlibur ala backpacker ke Bangkok dan Pattaya, udah harus-musti-wajib kalau cari penginapan/hotel/hostel yang murah bingits! Eits, perlu diingat murah banget belum tentu itu penginapan abal-abal dan jelek ya!Karena aku sendirian, aku lebih milih buat nginep di Hostel. Kenapa? Pertama, karena harganya murah dan lokasinya kebanyakan strategis; kedua, biar bisa berbaur sama backpacker dari berbagai negara lumayan skill Bahasa inggris meningkat; ketiga, biar ada dapur bersama/mesin cuci bersama jadi bisa self service disana kalo mau masak dan nyuci.Jadi, dalam waktu 7D6N backpacker ke Bangkok dan Pattaya ini, aku booking 4 hostel yang aku booking satu bulan sebelum. Saran aku, cari hostel jauh-jauh hari ya, biar harganya lebih murah. Berikut detail rekomendasi hostel Bangkok menurutku, aku jabarin1. MonkeyNap Hostel BangkokSumber Gambar koleksi pribadiGoogle MapsIni hostel pertama aku pas nyampe di Bangkok. Lokasinya deket dari Terminal Bus Ekkamai. Aku sengaja pilih hostel ini karena lokasinya yang deket sama terminal, biar gampang pas naik bus ke Pattaya. Harga 1 kamar hostel ini aku dapet Rp booking via Traveloka banget traveller/backpacker yang ada disini. Enggak sepi deh, kamu bisa ngajak ngobrol banyak orang disiniRuang bersamanya luas banget, jadi ada deretan kursi panjang, tempat tidur-tiduran, enggak sumpek deh wi-fi kenceng di kamar dan di ruang bersamaDapur lengkap; kompor, microwave, kulkas, air minum sepuasnya, kopi-milo-tehPelayanannya baik. Resepsionisnya masih muda gitu sih, jadi kalo ngobrol easy going bangetLocker udah sekaligus sama kuncinya, jadi nggak usah bawa-bawa gembokBersih banget! Kamar luas, bed empuk, dan gak remang-remang!Kamar mandi juga nyaman, banyak banget, dijamin nggak akan rebutanMau nyuci? Gampang! Ada mesin cuci gratis hahahaKekurangannyaJaraknya dari transportasi umum BTS lumayan jauh, kalo jalan kayaknya sekitar 800 meter gitu, lumayan bikin capekAkses ke tempatnya kalo malem agak serem, karena masuk jalan kecil gituStreet food sama 7-eleven lumayan agak jauh, kamu harus jalan sekitar 300-600 meter apa yaa..Yang punya hostel itu kayaknya punya kucing deh, soalnya banyak banget kucing dimana-mana *kucingnya lucu-lucu. Jadi di depan sama di ruang bersamanya itu agak bau khas kucing gitu bukan bau pesing sama beraknya kucing tapi, Hahaha!Toilet udah waterless, pake tisyu shay hikss2. 18 Coins Hostel PattayaSumber Gambar koleksi pribadiGoogle MapsHostel di hari kedua dan ketiga aku. Lokasinya ada di Pattaya, udah bukan di Bangkok lagi. Lokasinya ada di tempat-tempat para turis gitu. Sekitaran banyak foodstreet, bar, restoran. Pokonya, daerah deket hostel ini selalu sebenernya tempat ini nggak cuman hostel, ada restoran sama hotelnya juga. Harga 1 kamar hostel ini aku dapet Rp Karena di Pattaya aku nginep buat 2 malam, jadi dikali 2 aja jadi Rp via Traveloka kamu yang suka ketenangan dalam hostel, 18 Coins Hostel pas banget buat kamu! Sepi mandi luas banget, dipisah juga antara washroom sama bathroomDi sekitar banyak halal food banyak tukang kebab sama burger gituHostelnya nyatu sama restoran, kamu bisa makan disini tp harganya agak sedikit mahalLokasinya nggak terpencil, bisa dibilang strategis, dari Pantai Pattaya cuman 2-3 km kalo gak salahLokasinya juga aman, sampe jam 12 malem masih rame karena disekitar banyak bar, pangkalan ojek, money changer, rooftop buat jemur baju, cuman nggak ada mesin cuciWi-fi okeKekurangannyaPelayanan kurang ramah. Gatau kenapa ngerasa terdiskriminasi aja antara penghuni hostel sama hotelPelayannya banyak yang nggak bisa Bahasa inggrisKamarnya nggak terlalu luas, tapi not bad sihNggak dikasih kunci locker, jadi harus bawa kunci gembok sendiriKamar mandi emang luas dan bersih, cuman panas banget karena nggak di kasih AC, cuman ada kipas angina tapi tetep panas, ada ruang khusus dan dapur bersama buat para penghuni hostelSelimut di kamar tipis banget hiks3. Yellow Mango Hostel BangkokSumber Gambar koleksi pribadiGoogle MapsHostel yang satu ini, menurut aku yang paling jos dibandingin sama hostel-hostel lainnya yang aku tinggalin! Pelayanannya ramah banget, bersih, dapet yg kamar mandi dalem, nyatu sama toko ice cream, ada rooftop, dan lokasinya bener-bener di lingkungan muslim, jadi kiri-kanan-depan-belakang dari hostel itu semuanya halal 1 kamarnya Rp daan aku menginap untuk dua hari di hari ke-4 dan ke-5 aku ada di Bangkok, totalnya jadi Rp via Traveloka strategis, masuk jalan kecil tapi strategis buat kamu yang cari lokasi hostel yang disekitarnya banyak tempat makan, 7-eleven, dan lain-lainAkses dari hostel ke kendaraan umum BTS deket, jalan sekitar 300-400 meter aja udah nyampeLokasinya banyak muslim, jadi kamu yang cari makanan halal, banyak bangetPelayanan fasih berbahasa inggris dan ramah banget. Ada salah satu yang jagain hostel bisa ngomong Bahasa IndonesiaRuang bersama nggak terlalu besar, tp enak kok, kamu juga bisa pake kursi-meja di toko eskrimnya kalo mau nongkrong hostelnya nyatu sama toko eskrimBisa pake mesin cuci, tapi bayar 20B sekitar Rp kecil tp bersih dan cukup, ada microwave, termos, ambil air sepuasnya, milo-teh-kopi-snackKamarnya enak banget gils! Luas-bersih-ada cermin. Di kamar dikasih AC, dikasih kipas angina juga per mandi kecil tapi cukup, bersih banget dan dikasih sabunWi-fi OkeKekurangannyaBednya keras banget kayak batu, agak pegel gitu sih pas tiduranHostelnya kecil, agak sempit gitu ruang bersama-dapurnyaSekitaran banyak foodstreet sama tukang jualan makanan gitu, jadinya lokasinya memang agak kumuh, tp not bad!Nggak ada kompor, kamu gak bisa masak indomie hiks4. Monomer Hostel BangkokSumber Gambar koleksi pribadiGoogle MapsFinally, hostel terakhir yang aku tinggalin di Bangkok. Yap! Hari ke-6. Bagus, cuman nggak seenak Yellow Mango Hostel. Tiap kamar kalo nggak salah ada 12 bed gitu, agak banyak. Tema bangunannya agak vintage gitu, jadi agak artsy gimana gitu dehh. Lokasi strategis cuman gak banyak makanan halal disekitar. Harga untuk satu malam? Rp udah sekaligus sama breakfast via Traveloka fasilitas komputer bersama. Jadi kalo kamu nggak bawa laptop dan butuh browsing, kamu bisa pake fasilitasnyaKamar mandi bersih, bathroom sama washroom udah dipisah juga. Kamu juga bakalan dikasih sabun, sampo, dan kondisioner lengkapBangunannya artsy gitu dehDapet breakfast gratis! Makan roti sepuasnya, dikasih 4 varian selai juga tuna, stroberi, nanas, jeruk, sama butterAda ruang TV dan ruang bersama ini pisah ruanganDapur self service, milo-teh-coklat-kopi siap sedia tinggal seduh. Snack juga ada kue kering, permen. Ada microwave, kulkas, dll lengkap sihMeskipun 1 kamar itu 12 bed, tp kamarnya memanjang dan luasBednya empuk banget, paling empuk diantara 3 hostel yang aku tinggalinWifi kenceng bangetDeket banget dari transportasi umum BTS. Cuman 200 meter doang lokasinya strategis dari BTS, tapi sayangnya di daerah sekitaran hostel jarang bgt makanan halal. Banyaknya makanan yg mengandung pork gitu. Tapi kalau buat yg bukan muslim sih itu nggak masalah ya ehehehResepsionisnya agak sedikit jutek, tapi enggak jutek-jutek amat sihRuang TV sama ruang bersamanya agak sempitNggak ada mesin cuci, kalo mau laundry itu bayar 1 keranjang Rp cukup mahal sih hiksFAQ Nginep di Hostel Itu Kayak Gimana sih?Seputar pertanyaan netizen tentang nginep di hostel ala backpackerQ Tidurnya nyaman nggak? Kan bareng-bareng tuh sama banyak orangA Nyaman banget, meskipun bareng-bareng, tapi tetep bednya itu sendiri-sendiri. Bednya kayak di dormitory-dormitory kayak biasanya gitu, nyaman buat tidur Emangnya gak canggung ya sekamar sama banyak orang gitu?A Sama sekali enggak! Ini pertama kalinya aku nginep di hostel yang campur sama orang dari berbagai negara. Pertama aku pikir juga canggung banget. Tapi ternyata rata-rata mereka acuh-acuh aja tuh, nggak peduli satu sama lain. Palingan kalo papasan di kamar ya paling senyum atau say Hi’ aja. Pokonya, acuh banget kal enggak diajak Barang-barang gimana, aman?A Karena kita satu kamar dengan banyak orang, udah sepatutnya kita aware sama barang-barang yang kita bawa dong! Tapi, tenang aja, di setiap hostel itu untuk satu orang dikasih locker lengkap dengan kunci yang cukup buat naro koper atau barang bawaan lainnya. Tapi, ada beberapa hostel yang nggak nyediain kunci buat locker. Jadi, buat para backpacker, bawa gembok cadangan itu salah satu hal yang sangat wajib!Q Terus, itu kalo mau mandi, boker, kencing, ngantri gitu?A Jangan bayangin hostel kayak WC umum di mall dek, hahaha. Sama sekali enggak ngantri, bahkan ada beberapa hostel yang menyediakan toilet di dalem kamar. Kalo kemaren hostel yang aku tinggalin di Bangkok itu, wash room sama bathroom itu udah dipisah dan jumlahnya juga banyak banget. Enggak ada antri-antrian, lancar pokonya, mana sedia air panas semua Hostel itu nyediain breakfast nggak sih?A Tergantung, tapi rata-rata iya. Meskipun breakfastnya cuman snack/roti/makanan sederhana banget, tapi ya lumayan buat ngisi perut pagi hari. Nggak hanya breakfast sih, biasanya di hostel itu ada dapur sama ruang bersama, kamu bisa ambil air sepuasnya bikin kopi-milo-teh-coklat, cemilan juga disediain, tinggal ambil! Ada microwave juga, masak juga bisa. Tapi tentunya, setelah kamu pake fasilitas umum itu, wajib banget buat beresin dan cuci piring sendiri.PERTANYAAN LAINNYA, BAKALAN DI UPDATEAku tekenin buat temen-temen backpacker/traveller yang mungkin ada rasa takut dan canggung nginep di Hostel, buang rasa takut itu! Nginep di hostel lebih baik dibanginkan kamu nginep di kamu nginep di hotel apa-apa bayar dan enggak self service, mau pake fasilitas hotel aja kadang-kadang kena biaya tambahan. Tapi, tentunya pilih hostel yang bagus, jangan yang aku bener-bener saranin kalau kamu mau backpacker sendirian atau mungkin berdua-bertiga sama temen, lebih baik nginep di Hostel dibandingin di Penginapan. Kenapa? Karena pengalamannya bakalan lebih asyik dibandingin sama nginep di hotel. Serius!3. Transportasi di Bangkok – Pattaya – Koh Larn Info dan BiayaUdah pasti beda banget sama di Indonesia, transportasi di Bangkok ini bisa dibilang banyak banget. Gimana nggak banyak, kamu bisa naik bus bus aja masih banyak jenisnya, MRT, BTS, ARL, Taksi, Grab, Boat, songthaew, tuk tuk, dan BTS Bangkok Transit System SkyTrainNamanya BTS, tapi bukan boyband korea loh ya -_-. Pada bisa ngebayangin kan SkyTrain itu kayak gimana? Nah, jadi transportasi yang pertama ini berbasis rel, tapi melayang elevated. Kalo bingung bayanginnya, kayak Subway gitu cuman letaknya di atas BTS ini dibagi dua jadi Silom Line dan Sukhumvit Line dan terletak di kawasan utama/jantungnya Bangkok banget!Lalu berapa harga tiket BTS di Bangkok sekali jalan? Harganya bisa disebut enggak murah-juga-enggak mahal. Semuanya tergantung dari tujuan kamu pergi, berkisar dari 20B-60B kayaknya. Kalau dikonversi itu Rp sampe Rp Lumayan kan?Untuk rute-rute dan cara-cara membeli tiket BTS, aku bakalan bahas lebih jauh di artikel yang lain. Tunggu aja update nya yaaa MRT Metropolitan Rapid TransitTentu kamu udah nggak asing sama MRT kan ya? Meskipun di Indonesia belum ada, tapi harusnya kamu sedikit tau dong karena sering banget kereta yang satu ini dibahas di film-film atau nongol di TV, hehehe. Sama kayak BTS, bedanya sih cuman letaknya yang ada di bawah lagi, setauku, si MRT ini terintegrasi sama mall di Bangkok gitu. Jadi kan kemaren aku mau naik MRT tuh, eh ternyata jalurnya itu nyambung sama salah satu Mall, jadi bisa sekalian jalan-jalan MRT ini nggak sebanyak jalur BTS dan jalurnya enggak bertabrakan sama BTS. Dengan kata lain, daerah-daerah yang dilewatin sama MRT itu tentunya nggak dilewatin BTS. Dan tiket keretanya juga beda antara BTS dan MRT, harus dibeli gimana? Tenang aja, nggak beda jauh sama harga tiket BTS kok, sekitar 20B – 60B sekali rute-rute dan cara-cara membeli tiket MRT, aku bakalan bahas lebih jauh di artikel yang lain. Tunggu aja update nya yaaa ARL Airport Rail LinkSesuai sama namanya Airport’, pasti kamu juga udah bisa nebak kan ini transportasi apaan. Sama aja kayka MRT dan BTS, cuman bedanya ini khusus buat menuju ke Bandara. Cuman, sayangnya hanya Suvarnabhumi International Airport aja yang udah terintegrasi sama ARL kalo kamu mau pergi ke bandar udara Don Muaeng, tentu aja kamu nggak bisa pake ARL ini. Airport Rail Link udah terintegrasi sama MRT dan BTS juga. Kamu pengen pake ARL tapi tujuanmu bukan ke airport? Tentu aja bisa, karena ARL ini nggak langsung berhenti di Airport kemarin itu aku nggak sempet nyobain naik ARL, aku nggak tau berapa biaya atau harga tiket untuk ARL sekali jalan. Tapi, kayaknya nggak beda jauh deh sama BTS dan MRT, paling ya 20B – 60B sekali rute-rute dan cara-cara membeli tiket ARL, aku bakalan bahas lebih jauh di artikel yang lain. Tunggu aja update nya yaaa BusNah kalo ini, mirip-mirip sama kayak di Jakarta deh. Yup, naik bus! Gils banyak banget sih emang jenis-jenis bus di Bangkok. Dari mulai bus eksekutif sampe bus yang udah karatan nggak pake AC juga banyak banget rute dari bus di Bangkok, sumpah aku sampe bingung mau naik bus yang mana. Soalnya kalo ngikutin google maps dan si maps tersebut rekomendasiin naek bus, aku tetep gak tau itu bus yang harus aku naikin itu yang mana. Seeediiiih…Sempet nanya sih rute-rute bus ke temen yang kuliah di Bangkok, katanya suruh pake aplikasi android/ios Viabus sama Moovit. Cuman aku terlalu males aja, jadinya enggak memahamin rute bus di Bangkok setauku, bus kota ini bisa kamu naikin di titik point/titik kumpul yang ada papan rambu dengan gambar bus stop’ aja. Yang dimaksud disini bus kota ya, bukan bus antar kota di sebenernya sempet naik bus, tapi itupun bus A1 yang beroprasi dari Bandara Don Mueang ke Mochit BTS Station, harganya murah banget, cuman 30B, sekitar Rp kalau dibikin Boat Chao Phraya / Chao Phraya ExpressIni nih, salah satu transportasi unik yang nggak semua negara punya. Boat Chao Phraya Express. Chao Phraya adalah nama sungai yang letaknya ada ada di jantung Kota Bangkok. Sungai ini ngelewatin beberapa tempat ikonik dan wajib kamu kunjungin kayak The Grand Palace, Wat Arun, Icon Siam, dan naik boat ini, kamu bisa membeli tiket di dermaga. Harganya murah banget asli, sekali jalan mau jauh mau dekat sama aja sekitar 20B – 25B kalo milih boat yang warna oranye, bukan yang tourist boat. Kalau kamu cuman nyebrang aja, biayanya cuman 5B atau Rp doang!Sayangnya, transportasi umum ini cukup memakan banyak waktu. Kenapa? Karena terkadang nunguin boatnya itu agak lama. Terus lagi, di jalannya kerasa bgt ini boat leleeeet banget apa itu cuman perasaan aja ya? Hahaha. Wajar aja sih, murah rute-rute dan cara-cara membeli tiket Chao Phraya Express, aku bakalan bahas lebih jauh di artikel yang lain. Tunggu aja update nya yaaa SongthaewSongthaew ini kalo di Indonesia kayak angkot lah, cuman kalo angkot kan tertutup ya, kalo ini kayak mobil bak gitu terbuka di belakang, terus pada duduk deh dibelakang. Selama di Bangkok, aku nggak nemuin si Songthaew banyak nemuin Songthaew ini di Pattaya dan di Koh Larn, bahkan di kedua tempat itu, Songthaew menjadi alat transportasi umum yang utama bagi para turis. Aku kurang tau harganya gimana, cuman pas aku naik Songthaew di Koh Larn, itu harganya mahal banget! Sekali jalan bisa dipatok 40-60B, padahal jaraknya juga nggak jauh-jauh Tuk TukNamanya unyu sih, Tuk Tuk’, bentuknya tapi biasa aja kok, hahaha. Tuk-tuk ini kalo di Indonesia mirip kayak bemo, cuman kalo bemo kan tertutup, kalo si Tuk Tuk ini terbuka dan lebih Tuk Tuk ini kayaknya bisa masuk sampe 3 – 4 orang deh. Aku nggak sempet buat naik Tuk Tuk, karena banyak referensi yang nyebutin kalo harganya bisa mahal banget apalagi buat para wisatawan yang GrabTernyata, di Bangkok juga ada Grab loh! Dibanding kamu naik Tuk Tuk atau Songthaew, aku lebih menyarankan kamu naik grab car atau grab ride. Cara pakenya juga sama aja kayak aplikasi grab di Indonesia Ya lumayan, enggak mahal-enggak murah. Beda dikit lah sama naik BTS atau MRT, paling cuman beda 10-20B aja. Kalau udah kepepet dan cape jalan, aku saranin kamu buat pake grab OjekDi Bangkok juga banyak ojek gak tau namanya apa, pokonya mirip ojek! Biasanya mereka pake rompi oranye gitu. Yang udah pernah liat flm Thailand ATM Crack Error pasti familiar sama ojek pake rompi warna oranye gitu itu film shootingnya kan di Pattaya, eheheh.Cuman, siap-siap aja dipalak uang dengan jumlah banyak kalo kamu naik ojek pangkalan. Ya nggak beda jauh sama di Indonesia, harganya sadis padahal deket banget. Jadi, aku nggak saranin kamu pake ojek Line ManLine Man adalah aplikasi sejenis grab gitu, cuman dia punyanya Line ituloh aplikasi chat yang biasa kita pake. Kamu tinggal download aplikasinya, terus kamu bisa order taxi disana. Sayangnya si Line Man ini nggak nyediain fasilitas antar jemput pake motor. Kalau dibandingin sama grab, harganya mahalan pake Line Man Rental Motor dan MobilUntuk transportasi yang terakhir ini, tentunya harganya mahal dan instan banget. Rental mobil bisa kamu pilih kalau kamu memang berlibur dengan banyak orang. Tapi, karena Bangkok sama aja kayak Jakarta sama macetnya, aku bener-bener nggak menyarankan sewa mobil atau motor di Bangkok, karena bisa kejebak macet dan pengalamannya jadi nggak kalau kamu mau sewa motor atau mobil, itu di kota-kota wisata selain Bangkok aja; kayak Pattaya, Chiang Mai, Hua Hin, dan lain-lain. Biayanya lebih murah dan lebih usefull banget. Kemaren aku sempet sewa motor di Pattaya untuk 2 hari, dan biaya bisa keteken banget dibanding aku naik Songthaew buat explore beberapa tempat wisata sih transportasi di Bangkok yang aku tau. Pilih transportasi yang terjangkau dan murah tentunya! Kalau kamu punya stamina yang kuat dan bernafas kuda, apa salahnya buat jalan kaki kalo jarak ke tempat tujuan kurang dari 1 km atau sekitar 1 km? Iya sih cape, tapi kan ngirit dan olahraga juga! Hahaha12. FeryAlat transportasi ini sangat krusial kalo kamu mau pergi ke Koh Larn dari Pattaya. Kamu bisa naik Fery atau Boat Pribadi buat nyampe di Koh Larn/Coral Island. Kalo kamu mau cari yang murah, naik Fery adalah pilihan terbaik! Ferynya juga udah dilengkapin sama pelampung yang tiap orang wajib pake kok. Aman ItinerarySebelum kamu berangkat ke Thailand atau kemanapun, wajib-musti-harus bikin daftar perjalanan yang mencakup perkiraan akomodasi, transportasi, destinasi tempat wisata, dan lain-lain. Kalau kamu males buat bikin, kamu bisa cari beberapa itinerary di internet, terus kamu edit sesuka usah serius-serius amat, secara kasaran aja. Gunanya itinerary itu apa? Tentunya biar kamu ada tujuan, ada arah, daaaan gak bingung mau kemana! Inget, kalo travelling itu, setiap waktu berharga banget loh, kan sayang kalo kamu kelamaan searching-searching destinasi wisata padahal udah nyampe sana. Bisa buang-buang waktu itinerary Bangkok – Pattaya – Koh Larn yang aku bikin secara kasar sebelum berangkatKamu bisa download itinerary nya disini yaaa, aku siapin dalam bentuk excelItinerary Bangkok – Pattaya – Koh LarnNeed more info? Kamu bisa email aku di mendyaramdhiani diatas tadi itinerary yang memang aku bikin sebelum pergi backpacker ke Bangkok. Aku cari-cari info sebanyak-banyaknya lewat beberapa travel blogger, vlogger, dan nanya-nanya orang Indonesia yang kuliah disana jadwal destinasi wisata yang aku susun itu nggak beda jauh kok sama kenyataan. Tapi emang ada beberapa tempat yang nggak sesuai ekspektasi. Tapi, itinerary itu bener-bener sangat memudahkan banget. Perkiraan harga yang ada di itinerary itu, itu aku juga hasil searching, dan ternyata, kenyataannya aku ngabisin uang jauh dibawah ekspektasi! Hehehe, hemat kamu udah tau dan bikin jadwal tiap harinya rencana kemana aja tempat wisata atau kegiatan yang bakal kamu lakuin, karena sekarang ini banyak banget aplikasi pesen tiket gitu, mendingan kamu pesen dari jauh-jauhari. Misal nih, kamu mau nonton Cabaret Show di Bangkok, nah, aku saranin sih pesen tiket langsung pake aplikasi contoh klook, traveloka, dll.Kenapa? karena kalau on the spot, harganya bisa 2x lipat lebih mahal! Kalau pake aplikasi, kamu bisa dapetin ragam promo. bukan promosi, tp sesuai dengan pengalamanku hehehe. Buat informasi budget, nanti aku tulis di artikel selanjutnya yak secara lengkap!5. Barang – Barang BawaanSeorang backpacker pasti identik dengan tas ransel atau tas carrier, tapi buat perjalanan aku kali ini, aku lebih milih bawa koper. Kenapa? Karena kalo ransel aku takutnya baju-baju kusut, harus ditumpuk, berat, agak ribet, dan barang-barang nggak rapi aja kemaren aku bawa 1 koper ukuran sedang-kecil malahan dan 1 tas ransel kecil. Simpel banget kan? Cuman yang bikin koper juga agak ribet, kamu harus dorong-dorong itu koper pas belom check in yang aku bawa sih nggak ribet-ribet banget. Baju aku cuman bawa 4 atasan dan 3 bawahan 1 dipake, itupun yang tipis-tipis, nggak ada yg berat banget, eh ada deng celana jeans, kekurangan baju? Ntar beli aja di Bangkok, cari yang murah-murah sekalian dijadiin oleh-oleh. Belinya jangan di mall-mall gitu, beli aja di pasar2 oleh2 doang. Karena aku nginep di hostel, aku juga bisa nyuci baju sendiri dongg. Jangan lupa bawa daleman secukupnya, jangan sampe kekurangan kalo barang yang satu ini!Alat mandi, kalau nggak mau ribet, masukin ke travel bottle set yang biasa dijual di toko-toko aksesoris kayak miniso, dll. Macbook aku taro di tas ransel biar gampang dibawa kemana-mana. Jangan lupa beli gembok kecil, dua buah juga masalah barang pribadi, itu ya gimana masing-masing orang sih ya, pastinya kamu juga udah bisa milah-milah barang apa aja yang musti kamu bawa kan? Saranku….. jangan banyak bawa barang ribet-ribet gitu deh, nanti kamu malah nyesel koper penuh tp barang-barang nggak kepake lupa bawa barang-barang yang cukup krusial kayak charger, powerbank, tempat minum ini penting kalo menemukan toilet yang waterless, jadi bisa ngambil air d wastafel buat cebok, hehehehe.Nah, itu tadi beberapa tips backpacker ke Thailand Bangkok – Pattaya – Koh Larn,Ide Backpacker ke Thailand Sumber Gambar koleksi pribadi. Akhirnya saya bisa backpacker ke bangkok sendirian dengan lama durasi 7 hari 6 malam 😀Aku berencana pergi ke Thailand, khususnya Bangkok dan Pattaya di akhir November 2018 dan berangkat di tanggal 5 – 11 januari 2019 7 hari 6 malam/ 7D6N.Sebenernya, niat aku liburan ke Thailand itu udah ada dari tahun-tahun sebelumnya. Tapi, berhubung temen-temen kalo diajak itu banyak alesannya dan tentunya agak ribet nyamain waktu libur sama mereka. Akhirnya, aku mutusin buat backpacker sendirian ke gimana rasanya backpacker sendirian ke Thailand? Rasanya? AMAZING!Niatnya, cuman 3-4 hari aja. Tapi setelah tanya ke temen-temen yang udah pernah backpacker kesana, mereka nyaranin minimal 5 hari. Karena aku berencana pergi ke Pattaya selain ke Bangkok, yaudah deh, fix seminggu aku juga nonton beberapa travel vlogger di youtube. Salah satunya, travel vlogger Reza Alfath yang kebetulan temen sekolah SMP, jadi gampang banget ditanyain, nanya-nanya dia via tlp, konsultasi, dan minta tips-tips gitu. Selain itu, aku juga nyari-nyari info orang Indonesia yang kuliah/tinggal disana buat ditanyain, SKSD dikit boleh laaah, itu beneran sangat membantu banget! Yang asalnya buta gatau apa-apa, akhirnya jadi tau dan ada gambaran. Nggak lupa juga aku searching tips-tips backpacker ke Thailand di mbah gugel dan forum-forum backpacker Trip Solo Backpacker ke Thailand sesuai pengalamanku, bakalan aku post di artikel selanjutnya. Keep Update 😀Baca Juga Backpacker ke Bangkok – Pattaya – Koh Larn Hari ke 1
Пα փишуጯէрФ уτурадрИկуγиրу ሁվиհеχДрաчечиρե уη уሀ
Н аΤիпсу чΑдоյጂвէш ዒуዶеւонаΚезетոб φав ቲεрըжεሬи
ሜվутዖլе ኪитицቸձаИто таΘτեւипоቦу ኦւጤ киδያξΙбрαբእ ծидαгилևք
Мεдиշаφаξω оρусεлиАцጪլէλኝ е ህմУτዤዳաкаχиս етаηиηеηУверα ипудойէци
Ефу ራሿጲрቂցачխ քислጁЕξαгሤкոтам ጸдብδуቿሓпիмСэйитጏкፈкл чጷбիзሉрсոхиցωሁ ф
ሄλուςаςо ፈсαхр եпюсуфаξիγΖυфէኾաтвቮ тուፊаԳ хυсωκιбО окрироኡዑ ճялα
Padaasalnya kami plan nak ke Pattaya hari kedua, tapi memandangkan masa perjalanan menaiki bas atau train ambil masa 2 jam, tak berbaloi untuk family julia. Maka nya, tentatif julia ubah kepada 100% melancong Kota Bangkok sahaja, baru berbaloi sebab pertama kali jejak jangan tamak semua tempat nak kaut, ingat anda dan anak anda nak berehat
Sawadikaaapp! Its been a loooooong time! Akibat kesibukan kuliah dan kerjaan yang menjadi-jadi, udah lama banget aku nggak update perjalanan backpacker Bangkok-Pattaya-Koh Larn yang tempo hari aku janjiin di artikel sebelumnya. Pada artikel sebelumnya, aku udah kasih tau beberapa hal yang penting mengenai backpacker ke Bangkok – Pattaya – Koh Larn Tips, itinerary, budget, sekarang aku bakalan infoin perjalanan aku selama di Thailand lebih detail. Backpacker ke Bangkok Hari-1 Sabtu, 5 Januari 2019 aku berangkat dari Soekarno Hatta International Airport CGK ke Don Mueang International Airport DMK via AirAsia tepatnya jam PM dan nyampe di Bangkok sekitar jam PM. Hasil jepretan nungguin di Bandara Soekano Hatta 😀 Beruntungnya, waktu di Jakarta WIB ternyata nggak ada perbedaan sama waktu di Bangkok, jadi begitu tiba, aku nggak usah repot-repot ngubah waktu di jam tangan untuk menyesuaikan dengan Bangkok. Perjalanan di pesawat cukup lama juga, asli! Gabut banget sendirian selama kurang lebih 4 jam, dan nggak bawa makanan apapun. Mau beli cuman sayang duit harganya 60-100K-an untuk makanan berat padahal makanannya kalo di warteg cuman 20rban -__-. Jadi, aku saranin nih, kalo kamu pake maskapai AirAsia dan berencana buat pesen makanan di kabin, mendingan pre-order di webnya aja, itu bisa ngehemat duitmu sampe 50% karena harga pre-order itu jauh lebih murah. Dan sayangnya, kemaren aku nggak kepikiran sama hal itu. Hasilnya kelaparan di kabin dan selama perjalanan main Helix Jump d hp kagak tamat-tamat syedihhh! Nyampe di Bandara Don Mueang International Airport DMK Kegabutan yang hampir permanen tadi, akhirnya terbalaskan dengan pengumuman pilot kalo bentar lagi pesawatnya bakalan mendarat di Bandara Don Mueang International Airport DMK. Langsung tuh, aku buka hp dan jepret-jepret pemandangan yang bisa dilihat dari kaca pesawat awan, rumah, pepohonan, dan lain-lain. Nggak lama, pramugari juga bakalan ngasih departure card dari imigrasi Thailand yang harus segera kita isi. Pemandangan dari pesawat Sialnya aku bener-bener nggak bawa pulpen, jadinya aku nggak bisa ngisi di pesawat. Yaudah, nunggu mendarat lah ya, dan aku pun minjem pulpen ke mbak-mbak yg ada di booth money changer gitu dideket pemeriksaan dokumen-dokumen kedatangan di bandara. Jadi buat kamu yang mau backpacker ke Bangkok, aku saranin buat bawa pulpen yak, buat ngisi departure cardnya, daripada rempong harus minjem ke orang lain. Ini nih, departure card yang wajib kamu isi pas nyampe bandara Thailand Tap tap tap.. kelar tuh semua proses pengecekkan imigrasi bandara sekitar jam 6 lebih ini lumayan ngantri ya, karena waktu itu banyak pendatang juga. Terus apa aja yang aku lakuin selama di Bandara? Of course aku mau beli kartu SIM 4G, biar bisa update dan jadiin hp buat navigasi selama disana. Karena aku orangnya prepare,jadi sebelumnya aku udah beli kartu SIM via Klook download aja aplikasi klook di hp. Harga kartu sim Thailand nya bisa lebih murah, untuk paket data unlimited selama 10 hari di Bangkok, aku cuman kena biaya Rp aja. Kalau kamu beli on the spot disana? Bisa nyampe Rp an lebih, beda jauh kan? Hal pertama yang aku lakuin adalah cari Booth Klook supaya aku bisa dapetin itu SIM Card. Sayangnya, setiap aku tanya pake bahasa Inggris ke beberapa staff bandara yang ada disana, mereka nggak ngerti, dan nggak jelas gitu ngasih taunya. Mereka kasih tau pake Bahasa isyarat cuman nunjuk-nunjuk aja tapi nggak jelas kemana! Kzl! Narsis dikit di tulisan Thailand, tp karena aku sendiri, eh ngga keliatan Mon maap yak! Ada security yang ngasih tau, dia cuman bilang Over There’ dan nunjuk-nunjuk ke arah mana kaga tau dan gajelas banget -___-. Aku udah bulak-balik sana sini buat nyari Booth nya, tapi ngga ada terus, kaki gempor woy! Nggak lama, ada bapak-bapak yang megang kertas bertuliskan Klook, langsung aja tuh aku datengin orangnya, dan nanyain dimana aku bisa ambil SIM Card 4G yang udah dipesan lewat aplikasi. Seperti biasa kayak staff-staff lain, bapaknya ngasih nunjuk-nunjuk ke booth SIM Card, tanpa ngmg sepatah katapun, fix, Bahasa isyarat lagi! Tapi untungnya bapaknya baik, dia mau anter aku ke booh tersebut. Ah elah! Pantesan aja sampe kapanpun nggak bakal ketauan itu boothnya. Jadi tuh tempat ambil SIM Card nya memang nggak ada tulisan Klook’, jadi ambilnya d booth DTAC salah satu provider SIM Card d Thailand, kalo d Indonesia kayak telkomsel, indosat, dll gitu. Prosedurnya gampang ngantri-kasih liat bukti booking di klook-udah deh. Ini nih kartu sim DTAC yang aku beli! Akhirnya dengan perjuangan selama sejam demi SIM Card yang sangat amat penting, selesai juga aku muter-muter di Bandara, sampe kaki gempor banget dan sedikit kzl sama staf-staf sana. But, its ok! Perjalanan baru aja mau dimulai! Harus senyum heheheh. Dari Bandara Don Mueang DMK menuju Hostel Jadi, sebagaimana artikel sebelumnya, aku pernah infoin mengenai transportasi di bandara. Karena aku lagi hemat duit, transportasi bus adalah pilihan yang paling tepat. Keluar dari bandara, aku langsung cari penanda pemberhentian bus yang bertulisan A1, dan aku langsung naik itu bus. Kenapa bus A1? Karena rute bus itu, bakalan nganter kamu ke Stasiun BTS Mo Chit. Awas jangan sampe salah naik bus! Ini nih suasana busnya, inget, pilih bus A1 ya! Busnya adem-bersih-wangi! Karena aku naik ke bus tersebut pas kebetulan lagi kosong, untungnya aku kebagian tempat duduk disana. Karena mungkin muka ku oriental yak, mirip-mirip sama orang Thailand secara muka org Indonesia ama Thailand kan gak beda jauh banget, si kondektur ngasihin tiket, nagih duit, dan ngomong pake Bahasa Thailand -____-. Dengan spontan aku jawab pake Bahasa inggris I can’t speak Thai’. Untungnya kondekturnya langsung paham dan nagih duit sebesar 30B sekitar Rp yang nantinya dituker dengan tiket bus yang super mini kayak perangko! Perangko lebih gede sih, ini mini banget wkwkw. Penampakan tiket bus A1 yang super kecil <3 Imyuuts! Jarak dari Don Mueang ke BTS Mo Chit itu nggak terlalu jauh, makan waktu perjalanan sekitar 30 menit sampe 1 jam tergantung tingkat kemacetan di Bangkok juga. BTS Mo Chit ke Monkey Nap Hostel Akhirnya tiba di BTS Mo Chit 😀 Akhirnya setelah perjalanan di bus yang tiketnya mini banget, aku nyampe juga di BTS Mo Chit. Finally menghirup udara segar negeri Transgender ini! Sekilas pemandangannya mirip-mirip di Jakarta, udaranya panas padahal udah malem juga, dan begitu aku turun, ada beberapa abang-abang yang jual makanan street food. Berniat untuk makan di hostel aja, akhirnya aku mengabaikan abang-abang yang nawarin makanan itu. This is the first time aku naik BTS di Bangkok! bingung juga dan deg-degan, takut salah rute dan malah kesasar wkwkw. Setauku, ada dua cara untuk kamu membeli tiket/kartu BTS, Gimana cara beli tiket BTS di Bangkok? Yuks cek! 1. Self service pake mesin Penampakan pecahan uang Baht receh dan mbak-mbak yang dimintain tolong buat beli tiket Jadi tuh, disetiap stasiun BTS, bakalan ada mesin yang kayak ATM gitu, kamu bisa self serfice untuk beli tiket yang berupa koin untuk menggunakan BTS nya sendiri. Cuman sayangnya, mesin itu setelah aku coba untuk pake, ngga provide dalam Bahasa Inggris. Dan lagi, kamu harus punya uang Baht receh/koin buat nuker sama tiket BTS nya. Kelebihan beli tiket pake cara ini adalah kamu nggak usah ngantri. 2. Ngantri di loket Antrian di loket BTS coy! Selain mesin, tentunya ada loket pembelian tiket. Ngantri bentar, terus sebutin tujuan kamu mau ke stasiun mana, ngasih duit, tunggu kembalian kalau ada, dan kamu bakalan dikasih tiket berupa kartu gitu untuk naik BTS. Pas aku nyampe di dekat loket stasiun BTS, ngantrinya amit-amit -__-. Akhirnya aku berencana buat pake mesin tiket biar praktis. Eh ternyata, itu mesin nggak bisa di setting versi Bahasa Inggris, malah pake Bahasa Thailand lengkap dengan tulisannya yang kayak aksara Jawa. Karena udah stuck depan itu mesin, akhirnya aku minta tolong sama mbak-mbak yang lewat, buat pesenin tiket ke Phrom Phong BTS dari Mo Chit BTS seharga 44B Sekitar Rp Syukurlah mbak-mbaknya mau bantuin, hehehe meskipun ngomongnya pake Bahasa isyarat lagi karena dia nggak bisa Bahasa Inggris. Tiket bts Bangkok. Cara makenya? sama aja kayak make Trans Jakarta kok, tinggal masukin doang. Jadi tuh lokasi hostelku di daerah Phrom Phong, nggak jauh dari Ekkamai Terminal. Kenapa aku pilih disana? Karena aku berencana untuk pergi ke Pattaya pake bus, dan salah satu rute termurah untuk menuju ke Pattaya adalah naik bus di Ekkamai. Itulah sebabnya aku milih hostel disini. Suasana BTS di malem hari sekitar jam setengah 8an malem penuh banget! Kebagian duduk aja udah alhamdulillah. Perjalanan dari BTS Mo Chit ke Phrom Phong kurang lebih sekitar 20-30 menit kali ya, cepet kok, nggak kerasa. Mencari MonkeyNap Hostel Setelah perjalanan panjang, akhirnya nyampe juga di BTS Phrom Phong. Beda atmosfer lagi sama di Mo Chit, pas keluar BTS Phrom Phong ini, langsung disambut dengan beberapa mall yang lumayan gede. Terpampang tulisan Sephora’ yang gede abis, jadi pengen shopping meronta-ronta dalem hati. Tapi sayangnya pikiran dan hati kecil menolak kalo mall kayak gini mah, di Jakarta juga banyak’ Wkwkwkwk. Bermodalkan google maps, akhirnya aku jalan kaki buat nyari si hostel yang katanya recommended ini. Yap, MonkeyNap Hostel. Jalan dari Phrom Phong BTS cukup jauh, lumayan capek banget bawa-bawa koper. Lokasi hostel ini nggak dipinggir jalan, masuk ke beberapa gang lagi kayaknya gang nya cukup buat 2 mobil aja. Dan setelah capek-bete karena jalan ke hostel dirasa nggak nyampe-nyampe, nggak lama ada plang tinggi bergambarkan monyet sesuai gambar hostel itu yang aku liat di Traveloka. Akhirnyaa.. nyampe juga! First impression tentang hostelnya? Amazing dan kesan pertama aja udah bikin seneng. Kenapa? Social environmentnya joss, banyak banget backpacker yang lagi nongkrong di depan hostel atau di common spacenya. Common spacenya luas dan bersih. Untuk aku yang selalu bawa kerjaan kemana-mana of course aku butuh working space untuk kerja hostel ini rekomendasi banget! Yang punya hostel miara kucing kayaknya, ada banyak kucing-kucing ras imut kayak angora gitu didalem hostel, gemeess!! Free coffee + mineral water, dan ada dapur bersama Ada laundry self service Nilai plus aja nih, resepsionisnya ganteng! Masih muda dan Bahasa Inggrisnya lancar bet. Thanks God akhirnya nggak ngomong Bahasa isyarat lagi! Setelah check in dan naro uang deposit untuk jaminan kunci, akhirnya aku dianter sama koko koko ganteng itu ke dormitory room yang udah aku booking khusus cewek loh ya!. Kamarnya gimana? Not bad at all! Cukup membuat tidurku nyenyak waktu itu, kamarnya luas, lockernya dikasih gembok sendiri, dan bersih. Kangen hostel inI! Monkey Nap Hostel Fyuh, akhirnya aku beristirahat-mandi-dan cari makan. WC hostelnya gimana? Bersih gaes! Wash room sama bathroom dipisah kok! Cuman minusnya, ini hostel udah waterless, siap-siap aja yang nggak biasa boker pake tisyu, selamat menikmati! Hahahaha Terus, makan malamnya dimana ya? Bingung juga karena hostel ini nggak terlalu dekat dengan beberapa spot kuliner, ada pun cuman 7-eleven. Eh ada deh kayak kompleks makanan kayak kaki lima gitu, di gang-gang deket hostel, cuman lingkungannya nyeremin, banyak tempat panti pijat plus plus Akika kan jadi takut tuh! Fix nggak makan disana! Pilihan terakhir adalah nyari makanan di 7-eleven sambil beli keperluan travelling lainnya tisyu-detergen, dan lain-lain. Di 7-eleven ini aku cuman ngabisin duit 66B sekitar Rp Sebelum belanja di 7-eleven, aku sempat ngajak ngobrol petugas security untuk nanya dimana street food terdekat. Tapi sayangnya itu petugas security nggak bisa Bahasa Inggris. Udah disodorin google translate dengan fitur voice juga bapaknya kaga ngerti, malah pas aku sodorin hp, dia kira angkat telfon, dan malah Halo.. Halo…’ pake hpku nyangka kalo ada telfon wkwkw. Jadi dia nggak tau ngomong apa deh gajelas banget, dan sumpah aku nyesel nanyanya, karena malah jadi menyusahkan diriku sendiri, wkwkw. Nggak mau ribet, akhirnya aku menyudahi percakapanku dengan petugas itu, nggak lupa aku ajakin dia buat selfie dulu! Kenang-kenangan cuy! ini nih abang kocak! Yes, belanja udah-makan udah-jalan jalan malemnya- juga udah cukup! Akhirnya aku cus balik ke Hostel dan beristirahat. Budget Backpacker ke Bangkok Hari 1 SIM Card Rp Shuttle Bus A1 30B Rp BTS Mo Chit – BTS Phrom Phong 44B Rp Belanja di 7-Eleven 66B Rp TOTAL = Rp Mahal? Murah? Itu tergantung presepsi setiap orang tentunya, hehehe. Cerita dan Perjalanan hari pertama aku tutup dulu! Stay tune ya untuk hari berikutnya 😀 Nah, kurang lebih kayak gitu pengalaman hari pertama aku berkelana ketika backpacker ke Bangkok. Untuk Hari ke-2 dan ke-3. Tunggu updatean selanjutnya yak! Ngerjain skripsweet dulu. Eheheheh.
1 Royal Grand Palace. Objek wisata utama di Bangkok yakni Grand Palace. Tempat ini merupakan kompleks bangunan bersejarah. Di dalamnya, terdapat Royal Grand Palace yang merupakan kediaman raja-raja Thailand. Tempat ini tetap menjadi tempat wisata yang wajib dikunjungi wisatawan untuk sekadar foto di halaman depan.
Didalamnya, pelancong bisa menjumpai kediaman resmi Raja-raja Thailand sejak abad ke-18 sampai selanjutnya dengan arsitektur bangunan yang sangat memukau. Dikutip dari laman resminya Royal Grand Palace, area seluas 218.000 meter persegi dan dikelilingi oleh empat dinding sepanjang 1.900 meter ini didirikan pada tahun 1782.
Karenaitulah, kami sarankan untuk backpacker ke Chiang Mai bersama teman, sehingga bisa berdiskusi dengan teman anda selama perjalanan. Berikut, kami paparkan tips dan rekomendasi tempat wisat yang wajib anda kunjungi selama masih punya waktu untuk menghabiskan akhir pekan anda di Chiang Mai. 1. Transportasi.
KementerianPelancongan Seni dan Budaya MOTAC melalui agensinya Tourism Malaysia melancarkan Pakej Cuti Penjawat Awam dan Pesara Kerajaan membabitkan produk pelancongan di seluruh negara dalam usaha meningkatkan pelancongan domestik. Jackie San Artikel Percutian Ke Pattaya Bangkok Thailand 02 08 A Pattaya Bangkok Thailand Bangkok.
Backpackerke Bangkok dan Pattaya - Part 2 Get link; Facebook; Twitter; Pinterest; Email; Other Apps; May 21, 2017 Kami masuk ke dalam area Grand Palace, dan membeli tiket seharga 500B/orang, kemudian mengikuti rombongan turis lainnya yang juga berkunjung ke sini. Di dalamnya banyak bangunan dengan warna emas, dinding yang bertekstur unik
.

backpacker ke bangkok dan pattaya